Minggu, Maret 11, 2018

Cara Menentukan Harga Software / Applikasi

Berapakah harga pasaran applikasi "ini"?


Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan berulang kali adalah: Berapa ya harga pasaran kalau ada client mau minta software Accounting? Software Inventory? Software ini, itu, ini dan itu..
Saya mau share tentang hal ini, barangkali berguna buat teman-teman. Saya akan usahakan sesingkat mungkin agar tidak jadi panjang dan membosankan untuk dibaca.


Menurut saya tidak ada harga pasaran untuk applikasi / sofware bikinan kita. Kenapa? Karena dalam menentukan harga, selalu ada beberapa faktor yang berbeda-beda nilainya.

Faktor-faktor itu antara lain:
  1. Apa
  2. Berapa
  3. Di mana
  4. Siapa
  5. Kapan
  6. dll


Penjelasan:
1. Apa
Apa pekerjaannya? Apa yang mau dikerjakan? Contoh Inventory. Inventory itu ada banyak macamnya. Ada Inventory Gudang, ada Inventory Obat-obatan, ada Inventory Makanan, dll
Biasanya ini ada hubungan dengan faktor Nomor 2, Berapa

2. Berapa
Berapa luas lingkup pekerjaannya? Misalnya Inventori Gudang, apakah hanya di 1 gudang itu saja? Apakah hanya bahan baku saja? Apakah ada barang jadi / barang turunannya juga? Misalnya ada barang-barang turunan yang dihasilkan oleh barang-barang yang lain (seperti obat misalnya. Ada Obat A, Obat B, lalu ada Obat C yang terdiri dari racikan Obat A + Obat B dll) semakin luas lingkupnya tentunya akan semakin mahal harga applikasinya.

3. Di mana 
Pertanyaan berapa luas juga bisa berhubungan dengan faktor nomor 3, Di mana. Di mana lokasi kerjanya? Tentunya jika lokasi kerjanya ada di Papua, harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan yang lokasi kerjanya di Bekasi (Karena saya tinggal di Bekasi hehe)

Berapa dan Di mana bisa juga berarti, berapa cabang yang akan menggunakan? Di mana saja cabangnya? Jika applikasi digunakan di 10 cabang, dan cabang-cabang tersebut tersebar di seluruh Indonesia, tentunya harganya juga berbeda. Kecuali jika ongkos kerja atau urusan training dll dihitung di luar harga projek. Pastikan saja dulu ya, agar tidak repot belakangan.

4. Siapa
Siapa itu bisa berarti Siapa clientnya? bisa juga Siapa developernya?

Sebagai contoh pengalaman saya sendiri, saya pernah menjual harga software inventory sederhana cuma seharga 1 juta. Siapa clientnya? Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, membutuhkan bantuan 😅Siapa developernya? Saya beberapa tahun lalu yang memang masih culun dan belum memiliki banyak job.

Tapi... software yang hampir sama, saya jual harganya puluhan juga. Siapa clientnya? Sebuah perusahaan besar di Bekasi. Siapa developernya? Saya yang sudah berpengalaman, dan yang tidak kalah penting, saya yang sudah punya banyak job.
Jadi barang sama, harga beda. tergantung siapa clientnya, siapa developernya.

5. Kapan?
Kapan projek ini harus selesai? Berapa lama waktu yang diberikan untuk mengerjakan projek tersebut? Saya juga pernah membuat software mahal padahal software kecil, yaitu software untuk registrasi online sebuah event yang diadakan oleh sebuah partai besar di Indonesia.

Bayangkan, isi software itu cuma Registrasi + fitur peserta bisa melemparkan pertanyaan kepada nara sumber saat acara berlangsung.

Software seperti itu saya jual mahal kenapa? Karena waktu itu mereka memberikan tenggat waktu hanya 5 hari. Ada faktor Siapa juga sih di sini. Karena clientnya client besar, dan karena saya juga sudah tidak menerima lagi projek-projek kecil (maksudnya kecil harganya bukan kecil projeknya )

6. dll
Nah, dll ini banyak. Saya tidak bisa sebutkan semua. Kenapa? Karena namanya software, ini kan pasti custom. Berbeda-beda kebutuhan setiap perusahaan, berbeda-beda juga sudut pandang developernya.

Saya kasih mahal, tapi Anda kasih murah, karena buat saya pekerjaan ini susah, tapi ternyata buat Anda mudah.

Jadi berapa harga software yang pas? Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Jangan terpaku dengan "Wah, software accounting itu harganya 15 juta ke atas bro, jangan jual murah"

Tunggu dulu...

Kalau Anda sadar bahwa Anda sekarang sedang kekurangan projek. Atau Anda sadar bahwa Anda masih kurang pengalaman. Kenapa tidak kasih harga murah? Jangan pernah takut memberikan harga murah untuk sebuah projek yang Anda belum pernah kerjakan. Karena percayalan ilmu yang akan Anda dapatkan selama mengerjakan itu akan lebih mahal daripada uang bayarannya.

Mengerjakan projek itu seperti belajar tapi dibayar. Demikian juga bekerja di kantor, bekerjalah dengan segiat-giatnya, belajar sebanyak-banyaknya karena sesungguhnya bekerja di kantor itu juga sama seperti kita sedang belajar tapi dibayar.

Mungkin ada juga teman-teman yang lain yang punya pengalaman lain, silahkan share juga. Karena saya yakin pada proses perjalanan kita masing-masing, pasti kita juga punya pengalaman yang berbeda-beda.

Semoga berguna. :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar