Senin, September 24, 2018

Surat Terbuka, Tantangan Untuk The Jakmania & Bobotoh

Kepada Seluruh The Jakmania dan Bobotoh di Indonesia,

Perkenalkan nama saya Jacky Supit, tinggal di Bekasi. Saya bukan The Jakmania, saya juga bukan Bobotoh. Anda bisa menemukan saya di Facebook dengan nama Jacky supit. Itu adalah akun asli saya.






Saya membuat surat ini sebagai bentuk keprihatinan saya karena semakin hari, semakin sering saja muncul berita kerusuhan antar supporter sepak bola di Indonesia.

Puncaknya hari ini (Senin, 24 September 2018) saya membaca berita-berita tentang terbunuhnya salah seorang The Jakmania kemarin oleh Bobotoh.

Ini bukan berita menyedihkan yang pertama saya baca. Sejak 2012 sampai hari ini, sudah ada 6 korban jiwa jatuh dari kedua belah pihak. Itu artinya 1 orang setiap tahun menjadi korban meninggal. Gila!

Semua korban meninggal adalah anak-anak muda. Anak-anak yang diharapkan akan menjadi tulang punggung bagi orang tuanya. Bayangkan bagaimana orang tuanya mengetahui anaknya meninggal. Siapa yang nanti akan memelihara orang tuanya di masa tua jika anaknya kalian bunuh dengan kejam?

Maaf, saya menggunakan sebutan "kalian". Saya tahu tidak semua The Jakmania dan Bobotoh suka rusuh. Ini untuk beberapa yang masih labil saja, yang masih suka berantem keroyokan, memuaskan hasrat jiwa mudanya yang mungkin tidak tersalurkan dengan benar.

Surat terbuka ini saya buat untuk Anda semua yang masih suka berantem, masih suka rusuh. Padahal para pemimpin The Jakmania dan Bobotoh sendiri justru menyerukan perdamaian. Saya mengerti bahwa sebagai anak muda, dengan darah muda yang masih mendidih, terkadang kita hanya ingin berantem begitu saja tanpa alasan apapun.

Untuk itu saya memberikan Tantangan buat Anda semua, semoga bisa menyalurkan hasrat berantem Anda. Tantangan saya begini: Saya akan mengizinkan Anda untuk memberikan sebuah pukulan tinju ke muka saya, dengan perjanjian Anda tidak akan pernah lagi ikut rusuh melawan supporter bola manapun.

Pukul saya dengan tinju terbaik Anda, saya tidak akan melawan dan menuntut sama sekali, dengan syarat Anda berjanji tidak akan pernah rusuh lagi dengan supporter bola lain.

Itu saja.

Anda ingin memukul orang? Anda ingin menonjok orang? Daripada memukul supporter bola lain, ayo silahkan pukul saya. 1 tinju untuk 1 buah janji Anda tidak akan pernah rusuh lagi.

Sebagai laki-laki, saya akan terima pukulan Anda, dan sebagai laki-laki Anda harus memegang janji Anda untuk tidak rusuh lagi.

Jika Anda mau menerima tantangan saya ini, silahkan hubungi saya.

Untuk masyarakat lain yang membaca surat ini, mohon maaf jika tantangan saya ini terdengar kekanakan. Saya sudah tidak mengerti lagi bagaimana mengusahakan agar para supporter sepakbola di Indonesia ini bisa saling berdamai.

Semoga ke depan kita semua masyarakat Indonesia bisa melihat para supporter bola, tidak hanya The Jakmania dan Bobotoh, tetapi seluruh supporter bola yang ada di Indonesia, menonton sepakbola dengan damai, bahkan bisa saling duduk berdampingan tanpa rasa takut apapun. Bayangkan indahnya melihat anggota The Jakmania dan Bobotoh duduk bersebelahan di dalam kereta menuju rumahnya masing-masing, sambil membahas serunya pertandingan yang baru saja ditonton. Semoga ini bukan hanya mimpi. Aminn amin amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar